Selasa, 24 Mei 2016

INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 2016 AKAN TUMBUH POSITIF





Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai bahwa kondisi industri sawit pada 2016 akan mulai tumbuh positif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, salah satunya didorong dengan mulai naiknya harga komoditas tersebut.

Kita punya harapan positif tahun 2016 ini. Harga sudah mengalami kenaikan, harga komoditas Crude Palm Oil (CPO) diharapkan bisa menyentuh angka 700 dolar AS per metrik ton. Tercatat, harga CPO pada minggu ke empat sebesar 705,00 dolar AS di Rotterdam untuk pengiriman April 2016.


Jika dilihat dari tahun lalu, kinerja ekspor sendiri secara volume mengalami peningkatan menjadi kurang lebih sebanyak 26,3 juta ton. Hal tersebut berarti lebih dari 70 persen dari total produksi dalam negeri mampu menembus pasar dunia.

Untuk volume cukup bagus, namun jika dilihat dari nilai mengalami penurunan. Tahun 2015 tercatat senilai 18,6 miliar dolar AS, sementara di tahun sebelumnya kurang lebih senilai 20 miliar dolar AS. Jika dilihat secara keseluruhan ekspor non migas Indonesia yang mencapai 137,73 miliar dolar AS pada 2015 lalu, maka sekitar 13,5 persen dari total ekspor non migas Indonesia adalah sawit dengan nilai mencapai 18,6 miliar dolar AS.

Dari total nilai ekspor sawit tersebut sesungguhnya belum mencakup semua produk-produk turunan sawit. Perhitungan itu hanya untuk CPO, Olein dan palm kernel oil (PKO).

Produk turunan masih belum baik dan pasar ekspor CPO dari Indonesia masih terkonsentrasi ke beberapa negara seperti India, Tiongkok, Eropa, Pakistan, Bangladesh dan Timur Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar