Proses pengolahan
industri kelapa sawit sampai menjadi minyak kelapa sawit (CPO) terdiri dari
beberapa tahapan yang dimulai dari:
a. Jembatan
Timbang
Di Pabrik Pengolahan
Kelapa Sawit, jembatan timbang yang dipakai menggunakan sistem komputer
untuk mengukur berat (tonase) semua Truk Pengangkut Tandan Buah Sawit (TBS)
baik dari Perkebunan Sawit Swasta, perkebunan rakyat (plasma) dan perkebunan
pemerintah (PTPN). Jembatan Timbang adalah salahsatu tahapan awal dalam proses
pembuatan kelapa sawit menjadi CPO.
Prinsip kerja dari
jembatan timbang yaitu kendaraan pengangkut Buah Sawit melewati jembatan
timbang lalu berhenti ± 5 menit, kemudian berat kendaraan pengangkut buah
sawit dicatat awal sebelum Tandan Buah Sawit dibongkar dan di sortir, kemudian
setelah dibongkar dari kenderaan pengangkut kembali ditimbang, lalu selisih
berat awal dan akhir adalah berat TBS yang diterima pabrik kelapa sawit.
b. Penyortiran
Buah Sawit
Buah kelapa sawit yang
masuk ke Pabrik Kelapa Sawit, kualitas & kematangannya harus
diperiksa dengan baik. Proses pemeriksaan buah sawit ini sering
disebut sortir buah. Jenis buah yang masuk ke Pabrik Sawit pada umumnya jenis
Tenera atau jenis Dura. Kriteria matang panen merupakan faktor yang
sangat penting dalam pemeriksaan kualitas buah sawit di stasiun penerimaan
Buah.
Tingkat Pematangan
buah sawit mempengaruhi terhadap rendamen minyak dan ALB (Asam Lemak Buah/ FFA
= Free Fatty Acid) yang dapat dilihat pada tabel berikut :
|
Kematangan buah
|
Rendemen minyak (%)
|
Kadar ALB (%)
|
|
Buah mentah
|
13 – 17
|
1,6 – 2,8
|
|
Setengah matang
|
18 – 24
|
1,7 – 3,3
|
|
Buah matang
|
25 – 31
|
1,8 – 4,4
|
|
Buah lewat matang
|
27 – 31
|
3,8 – 6,1
|
Setelah
penyortiran, buah sawit tersebut dimasukkan
ke tempat penimbunan sementara ( Loading
ramp ) lalu diteruskan ke stasiun
perebusan sawit ( Sterilizer ).
Proses
Perebusan buah Sawit (Sterilizer)
Lori buah yang telah
diisi Tandan Buah Segar dimasukan ke dalam sterilizer dengan memakai capstan.
Sterilizer saat ini ada berbagai model:
- Sterilizer Horizontal (konvensional)
- Vertical Sterilizer
- Continuous Sterilizer (CS)
- Oblique Sterilizer
Tujuan perebusan :
- Mengurangi peningkatan asam lemak bebas (ALB/FFA)
- Mempermudah proses pelepasan buah sawit pada thresher
- Menurunkan kadar air buah sawit
- Melunakkan daging buah sawit, sehingga daging buah sawit mudah lepas dari biji (nut)
Bila poin ke-2
tercapai secara efektif, maka semua poin-poin yang lain akan tercapai juga.
Sterilizer horizontal (konvensional) memiliki bentuk panjang 26 m dan diameter
pintu 2,1 m. Dalam sterilizer dilapisi Wearing Plate dengan tebal 10 mm
yang mempunyai fungsi untuk menahan steam, dibawah sterilizer terdapat
lubang yang gunanya untuk proses membuang air kondesat agar proses pemanasan di
dalam sterilizer tetap seimbang.
Dalam proses perebusan
minyak yang terbuang± 0,8 % . Dalam melakukan proses perebusan
diperlukan uap untuk memanaskan sterilizer yang disalurkan dari boiler
menuju BPV (bejana uap balik). Uap yang masuk ke sterilizer dengan tekanan 2,7
- 3 kg/cm2 , dengan suhu 140° C dan direbus selama 90 menit.
d. Proses
Penebah & Press (Thresher & Pressing Process)
Stasiun Penebah dan
Press terdiri dari beberapa alat/mesin
disini:
- Hoisting Crane (jika memakai rebusan horizontal)
Fungsi dari
Hoisting Crane adalah untuk mengangkat lori buah sawit dan menuangkan isi lori
buah sawit ke bunch feeder (hooper). Dimana lori yang diangkat tersebut berisi
Tandan Buah Sawit yang sudah direbus.
- Thresher (Bantingan)
Fungsi dari
Thresing adalah untuk melepaskan buah sawit dari janjangannya (tandan sawit)
dengan cara mengangkat dan membantingnya serta mendorong janjang kosong (tandan
kosong sawit) ke empty bunch conveyor (konveyor tandan kosong sawit).
- Proses Pengempaan (Pressing Process)
Proses Kempa
adalah dimulai dari pengambilan minyak dari buah Kelapa Sawit dengan jalan
pelumatan (di mesin digester) dan pengempaan (di mesin screw press sawit). Baik
buruknya pengoperasian peralatan mempengarui efisiensi pengutipan minyak.
Proses ini terdiri dari :
- Digester
Setelah buah pisah dari janjangan (tandan sawit), lalu buah dikirim ke Digester dengan cara buah masuk ke Conveyor Under Threser yang berfungsi untuk membawa buah sawit ke Fruit Elevator yang fungsinya untuk mengangkat buah sawit keatas, lalu masuk ke distribusi conveyor (distributing conveyor) yang kemudian menyalurkan buah sawit masuk ke Digester. Di dalam digester tersebut buah atau berondolan yang sudah terisi penuh, akan diputar atau diaduk dengan menggunakan pisau pengaduk (stirring arm) yang terpasang pada bagian poros II, sedangkan pisau bagian dasar sebagai pelempar atau mengeluarkan buah sawit dari digester ke screw press. - Fungsi Digester :
1. Melumatkan
daging buah sawit
2. Memisahkan
daging buah sawit dengan biji (nut)
3. Mempersiapkan
Feeding ke dalam mesin screw Press
4. Mempermudah
proses pengepresan minyak di mesin screw Press PKS
5. Proses pemanasan
/ melembutkan buah sawit
- Screw Press (mesin kempa ulir sawit)
Fungsi dari Mesin Screw Press
dalam proses produksi kelapa sawit
adalah untuk memeras berondolan buah sawit yang telah dicincang, dilumat di digester untuk mendapatkan minyak kasar. Buah – buah sawit yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau – pisau pelempar dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya masuk ke dalam mesin kempa ulir sawit ( palm oil twin screw press ). Oleh adanya tekanan screw yang ditahan oleh cone, berondolan buah sawit tersebut diperas sehingga melalui lubang – lubang press cage, minyak dipisahkan dari serabut dan biji. Selanjutnya minyak menuju stasiun klarifikasi (clarification station) , sedangkan ampas (cake) dan biji (nut) masuk ke stasiun kernel.
adalah untuk memeras berondolan buah sawit yang telah dicincang, dilumat di digester untuk mendapatkan minyak kasar. Buah – buah sawit yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau – pisau pelempar dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya masuk ke dalam mesin kempa ulir sawit ( palm oil twin screw press ). Oleh adanya tekanan screw yang ditahan oleh cone, berondolan buah sawit tersebut diperas sehingga melalui lubang – lubang press cage, minyak dipisahkan dari serabut dan biji. Selanjutnya minyak menuju stasiun klarifikasi (clarification station) , sedangkan ampas (cake) dan biji (nut) masuk ke stasiun kernel.
Screw Press / Kempa Ulir Sawit
Cara Kerja Mesin
Screw Press (Kempa Ulir Sawit). Motor listrik adalah sumber gerakan yang
berfungsi untuk menggerakkan mesin screw press sawit ( double screw press).
Screw press Kelapa Sawit dihidupkan melalui Control panel (panel
kendali) sekaligus sistem hidroliknya, lalu dimasukkan
air panas (hot water) dengan suhu 90°C
melalui pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik akan memutar pulley
(puli) melalui poros motor dengan daya 30 Kw dengan putaran 1475 rpm (untuk
kapasitas screw press 15 Ton per jam) .Pulley akan menggerakkan sabuk
penghantar putaran ke pulley yang terpasang pada poros (as) yang menghubungkan
ke gear reducer (gearbox) ,dan gear reducer(gearbox) digerakkan
poros utama yang dihubungkan dengan kopling (coupling) .Poros (as) utama
menggerakkan roda gigi (gear) perantara yang
mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dengan putaran
yang sama.
Pada ujung ulir
terdapat dua buah konis (conical) yang digerakkan dengan bantuan sistem
hidrolik dengan gerakan maju-mundur (forward/backward) sesuai dengan tekanan
yang dibutuhkan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil pengepresan dan
tekanannya sebesar 30-50 bar.
Minyak sawit yang
dihasilkan oleh mesin press dialirkan ke oil vibrating screen (mesin ayakan
getar) dan kemudian dialirkan ke crude oil tank untuk diproses lebih
lanjut,sedangkan serabut (fibre) dan biji buah sawit(nut) yang masih mengandung
4% minyak dialirkan ke cake breaker conveyor (CBC) untuk proses
selanjutnya. Motor listrik memutar poros screw press yang di reduksi
(dikurangkan) oleh gearbox dan putarannya dari 1475 rpm menjadi 12 rpm.
Kapasitas
mesin screw press yang
direncanakan harus sesuaikan dengan
kapasitas olahan pabrik sawit. Dalam menentukan kapasitas mesin screw press
sawit yang akan dipergunakan , maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,
antara lain :
- Sebelum kelapa sawit masuk kedalam screw press , massa awal buah kelapa sawit telah berkurang. Hal ini disebabkan karena berlangsungnya proses penebahan pada mesin thresher / stripper / bantingan. Massa sawit yang berkurang yang dimaksud adalah berupa tandan kosong sawit yang dipindahkan dengan konveyor.
- Untuk dapat memperoleh hasil pressing yang baik ,maka perlu diperhatikan mesin screw press harus dalam keadaan selalu penuh. Kondisi ini dibutuhkan untuk memperoleh efisiensi yang lebih baik dari penekanan terhadap buah sawit, sebab jika banyak ruang kosong pada saat penekanan maka hasilnya tidak maksimal.
Motor
listrik sebagai sumber gerakan yang
berfungsi untuk menggerakan mesin double screw press
dihidupkan melalui panel kendali sekaligus sistem hidroliknya, lalu
dimasukkan air panas dengan suhu 90°C melalui pipa masuk (pipe inlet). Motor
listrik hidup memutar pulley melalui poros motor dengan daya 22 Kw (untuk mesin
screw press kapasitas 15 Ton/jam) dan putaran 1450 rpm. Pulley menggerakkan
V-belt (sabuk ) menghantarkan putaran ke pulley yang terpasang pada poros yang
menghubungi ke gearbox, dari gearbox digerakan poros utama yang dihubungkan
dengan kopling. Poros (As) utama menggerakan roda gigi perantara sehingga
mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dangan
putaran yang sama.
Detail Kerja Mesin
Screw Press
Prinsip kerja
ekstraksi minyak melalui mesin screw press ini adalah dengan menekan bahan
lumatan dalam tabung yang berlubang dengan alat ulir yang berputar sehingga
minyak dapat keluar lewat lubang-lubang press cage. Besarnya tekanan di kempa
ini dapat diatur secara elektris dan tergantung dari volume bahan yang akan di
press. Mesin Kempa Ulir Sawit (screw press) ini terdiri dari sebuah selinder
yang berlubang lubang didalam terdapat sebuah ulir yang berputar. Tekanan kempa
ulir diatur oleh dua buah kerucut (konis) berada pada kedua ujung pengempa,
yang bergerak maju mundur secara hidrolik. Tekanan hidrolik sekitar
50 – 70 kg / cm3 mengakibatkan
ampas basah. Kehilangan minyak (oil
losses) pada ampas (cake) dan
biji (nut) akan mempengaruhi pada proses stasiun selanjutnya, ampas
(cake) yang basah akan mengakibatkan pembakaran di dalam dapur Boiler tidak
sempurna. Tekanan yang terlalu tinggi misalnya 70 kg / cm3
akan mengakibatkan kehilangan inti (kernel losses) yang tinggi
sehingga keseimbangan dalam mesin ini sangat diperlukan.
Hal yang perlu diperhatikan
adalah ampas kempa (press cake) yang keluar harus merata merata dalam
arti tidak terlalu basah dan tidak
terlalu kering, jika terjadi gangguan /
kerusakan, sehingga
mesin screw press harus berhenti untuk waktu yang lama maka untuk mencegah hal
– hal yang tidak diiginkan, mesin screw press harus selalu di periksa dan
menjalankan perawatan rutin (berkala) pada screw press.
Kecepatan putar mesin
Kempa Ulir harus disesuaikan dengan kapasitas Tandan Buah Segar (buah sawit)
yang akan dipress, dengan tujuan agar efisiensi proses pressing lebih maksimal
supaya target yang diiginkan perusahaan dapat tercapai sesuai dengan ketentuan
– ketentuan yang diterapkan oleh PKS sesuai proses pengolahan tbs di
pabrik kelapa sawit. Dalam Mesin Screw
Press (Kempa Ulir Sawit) ini terdiri sebuah silinder yang berlubang – lubang
dan di dalamnya terdapat 2 buah ulir yang berputar berlawanan arah dan tekanan screw
press diatur oleh 2 buah konis (cone)
berada pada bagian ujung press,
yang dapat digerakan maju mundur secara
hidrolik
Dalam proses
pengolahan kelapa sawit di pabrik, Minyak sawit yang keluar dari Feeder Screw
dan main Screw ditampung dalam talang minyak (oil gutter) dan untuk mempermudah
pemisahan , pengaliran minyak pada Feeder Screw dilakukan injeksi uap dan
penambahan air panas (salah satu bagian proses pengolahan kelapa sawit
menjadi cpo)
Dalam proses di screwpress ini kita juga perlu ada manajemen proses pengolahan limbah padat kelapa sawit.
Dalam proses di screwpress ini kita juga perlu ada manajemen proses pengolahan limbah padat kelapa sawit.
e. Proses
Pemurnian Minyak (Clarification Station)
Setelah
melewati proses Screw Press (masih banyak proses
produksi di pabrik kelapa sawit yang akan dijelaskan dalam artikel lain)
maka didapatlah minyak kasar / Crude Oil dan ampas press yang terdiri
dari fiber. Kemudian Crude Palm Oil masuk ke stasiun klarifikasi dimana proses
pengolahannya sebagai berikut :
- Sand Trap Tank ( Tangki Pemisah Pasir)
Setelah di
press (salah satu proses pabrik sawit) maka Crude Palm Oil yang mengandung air,
minyak, lumpur masuk ke Sand Trap Tank. Fungsi dari Sand Trap Tank adalah untuk
menampung pasir/manangkap pasir yang ada. Temperatur pada sand trap mencapai 95
°C
- Vibro Separator / Vibrating Screen (Ayakan Getar)
Fungsi dari
Vibro Separator adalah untuk menyaring Crude Oil dari serabut – serabut (fiber)
yang dapat mengganggu proses pemisahan minyak. Sistem kerja mesin penyaringan
itu sendiri dengan sistem getaran – getaran (simetris) , dan pada Vibro kontrol
perlu penyetelan pada bantul yang di ikat pada elektromotor supaya Getaran
berkurang dan pemisahan lebih efektif.
- Continuous Settling Tank (CST) / Vertical Clarifier Tank (VCT)
Fungsi
dari Continuous Settling Tank (CST atau sering disebut juga Clarification
Settling Tank) adalah untuk memisahkan minyak, air
dan kotoran (Non Oily Solid / NOS) secara gravitasi. Dimana minyak dengan berat
jenis yang lebih kecil dari 1 akan berada pada lapisan atas dan air dengan
berat jenis = 1 akan berada pada lapisan tengah sedangkan Non Oily Solid (NOS )
dengan berat jenis lebih besar dari 1 akan berada pada lapisan bawah.
Fungsi Skimmer dalam
CST adalah untuk membantu mempercepat pemisahan minyak dengan cara mengaduk
(stirring) dan memecahkan padatan serta mendorong lapisan minyak yang
mengandung lumpur (Sludge). Temperatur yang cukup (95 °C) akan memudahkan
proses pemisahan ini.
Prinsip kerja didalam
CST dalam proses pengolahan pada pabrik kelapa sawit adalah
dengan menggunakan prinsip keseimbangan antara larutan yang berbeda berat
jenis. Prinsip bejana bertekanan diterapkan dalam mekanisme kerja di CST
(continuous settling tank) sesuai alur proses produksi pabrik kelapa
sawit.
- Oil Tank
Fungsi dari
Oil Tank adalah sebagai tempat sementara Oil sebelum diolah oleh
Purifier. Proses Pemanasan dilakukan dengan
menggunakan Steam Coil (koil pemanas) untuk mendapatkan
temperatur yang diinginkan yakni 95° C. Kapasitas Oil Tank bermacam macam
tergantung kapasitas PKS.
- Oil Purifier (Pemurni Minyak)
Fungsi
dari Oil Purifier (pemurni minyak) adalah untuk
mengurangi kadar air dalam minyak sawit dengan prinsip kerja
sentrifugal. Pada saat alat ini dilakukan proses diperlukan temperatur suhu
sekitar 95o C.
- Vacuum Dryer
Fungsi dari
Vacuum Dryer dalam proses produksi kelapa sawit menjadi cpo adalah
untuk mengurangi kadar air dalam minyak produksi. Cara kerjanya sendiri adalah
minyak disimpan dalam bejana melalui nozzle/
Nozel. Suatu jalur re-sirkulasi
dihubungkan dengan suatu pengapung didalam bejana
supaya jikalau ketinggian permukaan minyak menurun pengapung akan membuka dan
men-sirkulasi minyak kedalam bejana.
- Sludge Tank (Tangki Lumpur)
Fungsi dari
Sludge Tank adalah tempat tampung sementara sludge ( bagian dari minyak kasar
yang terdiri dari padatan dan zat cair) sebelum diolah oleh sludge seperator /
sludge centrifuge (low speed separator). Pemanasan dilakukan dengan menggunakan
sistem injeksi untuk mendapatkan temperatur yang dinginkan yaitu sekitar 95° C.
- Sand Cyclone / Pre- cleaner
Fungsi dari
Sand Cyclone adalah untuk menangkap pasir yang terkandung dalam sludge (lumpur)
dan untuk memudahkan proses selanjutnya.
- Rotary Brush Strainer ( Saringan Berputar)
Fungsi dari
Rotary Brush Strainer adalah untuk mengurangi serabut yang terdapat pada sludge
(lumpur) sehingga tidak mengganggu kerja Sludge Separator / Sludge Centrifuge.
Brush Strainer ini terdiri dari saringan dan sikat (besi) yang berputar.
- Sludge Separator / Low Speed Sludge Centrifuge
Fungsi dari
Sludge Seperator / Low Speed Sludge Centrifuge adalah untuk mengambil minyak
yang masih terkandung dalam sludge dengan prinsip gaya sentrifugal. Dengan gaya
sentrifugal, minyak yang berat jenisnya (BJ) lebih kecil akan bergerak menuju
poros dan terdorong keluar melalui sudut – sudut ruang tangki pisah (separating
tank). Sludge Separator ada terdiri atas : Low Speed (sering disebut juga
Sludge Centrifuge) dan High Speed Separator. Mesin ini adalah salah satu bagian
dari mesin untukproses pengolahan limbah pabrik kelapa sawit / proses
pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit.
- Storage Tank (Tangki Timbun CPO)
Fungsi
dari Storage Tank (Tangki Timbun) dalam proses
pengolahan kelapa sawit sampai menjadi cpo adalah untuk
penyimpanan sementara minyak produksi yang
dihasilkan sebelum dikirim.
Storage Tank harus rutin dibersihkan secara
terjadwal dan pemeriksaan kondisi Steam Oil harus dilakukan secara rutin supaya
temperatur nya terjaga, selain itu apabila terjadi kebocoran pada pipa Steam
Oil dapat mengakibatkan naiknya kadar air pada CPO dan terganggunya proses
pengolahan pabrik minyak kelapa sawit / proses produksi industri kelapa sawi
f. Proses
Pengolahan Biji ( Kernel Station )
Sudah dijelaskan bahwa
setelah pengepresan akan menghasilkan Crude Oil dan Fiber. Fiber
tersebut akan masuk ke stasiun Kernel (alur proses pengolahan pabrik kelapa
sawit), dibawah ini ada beberapa alat dalam proses pengolahan biji (salah
satu proses pengolahan kelapa sawit menjadi pko):
- Cake Breaker Conveyor (CBC)
Kegunaan dari
Cake Breaker Conveyor adalah untuk membawa dan memecahkan gumpalan Cake dari
stasiun Press (mesin screw press) ke depericarper.
- Depericarper
Kegunaan dari
Depericarper adalah untuk memisahkan fiber dengan nut dan membawa fiber untuk
menjadi bahan bakar boiler (ketel uap). Fungsi kerjanya adalah tergantung pada
berat massa, yang berat massanya lebih ringan (fiber) akan terhisap oleh fan /
blower. Yang massanya lebih berat (nut) akan masuk menuju ke Nut Polishing
drum.
Fungsi dari Nut
Polishing Drum adalah :
- Membersihkan biji (nut) dari serabut – serabut yang masih melekat
- Membawa nut (biji) dari Depericarper ke Nut transport
- Memisahkan nut (biji) dari sampah (dirt)
- Memisahkan gradasi nut (biji)
- Nut Silo
Fungsi
dari Nut Silo adalah tempat penyimpanan
sementara nut (biji) sebelum diolah pada proses berikutnya. Bila proses
pemecahan nut (biji) dengan menggunakan mesin nut Cracker /
Ripple Mill, maka nut silo
harus dilengkapi dengan sistem
pemanasan (Heater)
- Riplle Mill (Nut Cracker)
Fungsi dari
riplle Mill adalah untuk memecahkan nut (biji) . Pada Ripple Mill terdapat
rotor rod bagian yang berputar serta Ripple Plate bagian yang diam. Nut
(biji sawit) masuk diantara rotor dan Ripple Plate sehingga saling berbenturan
dan memecahkan cangkang dari nut (biji sawit).
- Claybath
Fungsi dari
Claybath adalah untuk memisahkan cangkang dan inti sawit pecah (broken kernel)
yang besar dan beratnya hampir sama. Proses pemisahan dilakukan berdasarkan
kepada perbedaan berat jenis (BJ) . Bila campuran cangkang dan inti dimasukan
kedalam suatu cairan yang berat jenisnya diantara berat jenis cangkang dan inti
maka untuk berat jenisnya yang lebih kecil dari pada berat jenis larutan akan
terapung diatas dan yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam. Kernel (inti
sawit) memiliki berat jenis lebih ringan dari pada larutan kalsium karbonat
sedangkan cangkang berat jenisnya lebih besar.
- Hydro Cyclone
Fungsi dari
Hydro Cyclone adalah:
1. Mengutip
kembali inti yang terikut dalam cangkang
2. Mengurangi
loses (inti cangkang) dan kadar kotoran (dirt)
- Kernel Tray Dryer
Fungsi dari
Kernel Tray Dryer adalah untuk mengurangi kadar air (moisture content) yang
terkandung dalam inti produksi. Jika kandungan air tinggi pada inti (kernel)
akan mempengaruhi nilai penjualan, karena jika kadar air tinggi maka ALB
(Asam Lemak Bebas / Free Fatty Acid) juga tinggi. Pada Kernel Silo ada 3
tingkatan yaitu atas 70 derajat celcius, tengah 60 derajat celsius, bawah 50
derajat celcius. Pada sebagian Pabrik Sawit ada yang menggunakan sebaliknya
yaitu atas 50 derajat, tengah 60 derajat celsius, dan bawah 70 derajat celcius.
- Kernel Storage
Fungsi dari
Kernel Storage (Penyimpanan Inti) ini adalah untuk tempat penyimpanan inti
produksi sebelum dikirim keluar untuk dijual. Kernel Storage pada umumnya
berupa bulk Kernel silo yang seharusnya dilengkapi dengan fan / blower agar uap
yang masih terkandung dalam inti (kernel) dapat keluar dan tidak menyebabkan
kondisi dalam Storage lembab yang pada akhirnya menimbulkan jamur pada Inti
(kernel).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar